Sabtu, 19 November 2011

Pendidik dan Anak Didik


Tugas IPI

Dosen H. Asep Barhia
Oleh Ubaidillah
Kelas D
Prodi PAI
NIM 010.01.126
Tingkat II Smester III

PENDIDIK DAN ANAK DIDIK

I.    PENDIDIK
A.    Pengertian Pendidik
Pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik.
Menurut Abudin Nata, pengertian pendidik adalah orang yang mendidik.Pengertian ini memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik.

Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.

Adapun Dalam Peraturan Pemerintah No.38 tahun 1992 pasal 6 tentang kependidikan, pendidikan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai Guru, Dosen, Konselor, Pamong Belajar, Widyaswara, Tutor, Instruktur, Fasilitator,  dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Dan juga dalam pasal 36 ayat 2, pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik di perguruan tinggi.

Jika menjelaskan pendidik ini selalu dikaitkan dengan bidang tugas dan pekejaan, maka fareable yang melekat adalah lembaga pendidika. Dan ini juga menunjukkan bahwa akhirnya pendidik merupakan profesi atau keahlian tertentu yang melekat pada diri seseorang yang tugasnya adalah mendidik atau memberrikan pendidikan.




B.     Tugas dan Tanggung Jawab Pendidik.
1)      Tugas-tugas dari seorang pendidik adalah :
a)      Membimbing peserta didik, dalam artian mencari pengenalan terhadap anak didik mengenai kebutuhan, kesanggupan, bakat, minat dan sebagainya.
b)      Menciptakan situasi untuk pendidikan, yaitu ; suatu keadaan dimana tindakan-tindakan pendidik dapat berlangsung dengan baik dan hasil yang memuaskan.
c)      Seorang penddidik harus memiliki pengetahuan yang diperlukan, seperti pengetahuan keagamaan, dan lain sebagainya.
Seperti yang dikatakan hal-nya  Imam al-Ghazali, bahwa Tugas Pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyempurnakan serta membaha hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah SWT.

Menurut Moh. Roqib, pada dasarnya tugas pendidik adalah mendidik dengan mengupayakan pengembangan seluruh potensi peserta didik baik aspek kognitifnya, afektif maupun psikomotoriknya.
2)      Tanggung Jawab dari seorang pendidik adalah :
a)      Bertanggung jawab moral.
b)      Bertanggung jawab dalam bidang pedidikan.
c)      Tanggung jawab kemasyarakatan.
d)     Bertanggung jawab dalam bidang keilmuan.
Adapun tanggung jawab professional pendidik dapat diartikan sebagai:
a)      Bertanggung jawab secara khusus untuk selalu menambah dan memperbaharui pengetahuan.
b)      Mencari cara-cara baru untuk meningkatkan efektivitas-aktivitas instruksional dan edukatif.
c)      Mengembangkan bidang keilmuan yang diampu melalui riset dan kajian ilmiah.
d)     Mengembangkan kolegialitas melalui kontribusi untuk pengembangan kurikulum.
e)      Memainkan peran aktif dalam melindungi dan meningkatkan professional and academic standing.

C.    Tujuan Pendidik.
Pendidik adalah orang yang mempunyai rasa tanggung jawab untuk memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya demi mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk tuhan, makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.

Orang yang pertama yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak atau pendidikan anak adalah orang tuanya, karena adanya pertalian darah secara langsung sehingga ia mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masa depan anaknya.

Orang tua disebut juga sebagai pendidik kodrat. Namun karena mereka tidak mempunayai kemampuan, waktu dan sebagainya, maka mereka menyerahkan sebagian tanggung jawabnya kepada orang lain yang dikira mampu atau berkompeten untuk melaksanakan tugas mendidik.

Dan yang pasti sebagai orang muslim bertujuan untuk mengharapkan ridho dari Alloh SWT.
D.    Syarat-syarat dan Sifat-sifat yang Harus dimiliki oleh Seorang Pendidik.
Syarat-syarat umum bagi seorang pendidik adalah : Sehat Jasmani dan Sehat Rohani. Menurut H. Mubangit;

1)      Syarat untuk menjadi seorang pendidik yaitu :
a)      Harus beragama.
b)      Mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan agama.
c)      Tidak kalah dengan guru-guru umum lainnya dalam membentuk Negara yang demokratis.
d)     Harus memiliki perasaan panggilan murni.
2)      Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pendidik adalah :
a)      Integritas peribadi, peribadi yang segala aspeknya berkembang secara harmonis.
b)      Integritas sosial, yaitu peribadi yang merupakan satuan dengan masyarakat.
c)      Integritas susila, yaitu peribadi yang telah menyatukan diri dengan norma-norma susila yang dipilihnya.
Adapun menurut Prof. Dr. Moh. Athiyah al-Abrasyi, seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat tertenru agar ia dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, seperti yang diungkapkan oleh beliau adalah :
·         Memiliki sifat Zuhud, dalam artian tidak mengutamakan materi dan mengajar karena mencari ridha Allah.
·         Seorang Guru harus jauh dari dosa besar.
·         Ikhlas dalam pekerjaan.
·         Bersifat pemaaf.
·         Harus mencintai peserta didiknya.

II.          ANAK DIDIK/ PESERTA DIDIK
A.    Pengertian Peserta Didik
Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.

Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya.

Adapun salah satu dimensi pokok yang tercakup dalam fondasi pendidikan kejuruan, adalah asumsi-asumsi dasar atau konsep tentang hakekat anak didik. Diantara asumsi-asumsi yang cukup terkenal, ada suatu pandangan yang menyatakan bahawa manusia/anak didik, pada dasarnya tidak menyukai kegiatan belajar formal dan sedapat mungkin akan berusaha menghindarinya.

Anggapan lain tentang anak adalah bahwa anak (manusia), pada dasarnya adalah makhluk yang penuh rasa ingin tahu, dan gemar belajar serta mempunyai keinginan yang besar untuk belajar. Pandangan ini mempunyai asumsi, bahwa setiap anak didik mempunyai potensi social, moral, intelektual dan fisik.


III.             KESIMPULAN
Pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Secara khusus pendidikan dalam persepektif pendidikan islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan seluruh potensi peseta didik. Kalau kita melihat secara fungsional kata pendidik dapat di artikan sebagai pemberi atau penyalur pengetahuan, keterampilan.
Seorang pendidik mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai seorang pendidik. Seperti yang dikatakan oleh Imam Ghazali bahwa” tugas pendidik adalah menyempurnakan, membersihkan, menyempurnakan serta membawa hati manusia untuk Taqarrub kepada Allah SWT.
Sedangkan peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, dimana mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

IV.             DAFTAR PUSTAKA
o   Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Gaya Media Pratama, Jakarta 2005.
o   Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Persepektif Islam, Bandung, Remaja Rosda Karya, 1984.
o   Suwarno, Pengantar Ilmu Pendidikan, Jakarta :Rineka cipta, 1981.
o   H. M. Arifin, Ilmu Pendidian Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1991.
o   Hamdani Ihsan, Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, 1998.
o   Nasution S. Sosialisasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara, 1995
o   Moh. Roqib. Ilmu Pendidikan Islam. Lkis. Yogyakarta. 2009
o   Abu Bakar M. Luddin. Dasar-dasar Konseling. Ciptapustaka Media Perintis. Cv. Perdana Mulya Sarana. Bandung. 2010
o   Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Grasindo. PT. Imperial Bhakti Utama. Jakarta. 2007