Minggu, 19 Agustus 2012

Mendengar Pada Suami Membawa Berkah

Ijinkan saya berbagi cerita

hari ini
Saat saya menulis ini, saya sedang berada
di Mega Kuningan Jakarta, tepatnya di
apartment Oakwood yang 
memiliki
lantai 46. Saya sendiri tinggal di lantai 12
bersama suami tercinta.

Saya di sini hanya sementara, 
1 bulan
saja, karena sedang 
menyelesaikan
sebuah projek di Jakarta.

Kemarin malam, saya mengajak 
suami
untuk pulang ke Bandung pagi-
pagi
setelah sahur, saya bilang 
ingin
melakukan 'spa' di Bandung di 
tempat
langganan saya. Seperti 
biasanya
kalau untuk kenyamanan 
isterinya,
suami tercinta pasti 
mengatakan 'iya'.

So, malam harinya saya pun 
siap-siap,
mempersiapkan segalanya untuk 
pulang
ke Bandung pagi-pagi.

Tapi, tadi pagi suami tiba-
tiba
bilang "My love I am sorry, I 
feel
lazy to drive this morning, I 
don't know why!", dia bilang
tiba-tiba malas nyetir dan 
tidak tahu
kenapa.

Selama pernikahan dia tidak 
pernah
bilang 'malas nyetir' untuk 
saya,
apalagi dia tahu saya sudah
siap-siap. Bayangkan saya 
sudah
gaya-gaya, pakai sepatu, 
ambil tas,
dll. Tiba-tiba dia malas 
pergi.

Saya punya 2 pilihan, mau 
ngomel atau
nurut saja? Akhirnya saya 
pilih nurut
saja. Saya bilang "That's okay honey,
we'll do it some other time".

Tahukah teman, 2 jam kemudian 
apa
yang terjadi? Ada seorang 
office boy
yang sedang bersih-bersih 
kaca
dari lantai 40-an, JATUH dan 
berhenti
tepat di depan kaca jendela 
apartment
saya. Dia menggelantung
memegang tali pakai tangan 
kanannya
dan mengetuk jendela pakai 
tangan
kirinya.

Saya dan suami kagetnya 
setengah
mati, melihat orang 
menggelantung
dengan satu tangan persis di 
depan
kamar kami. Duk..duk...duk...
duk...
keras sekali dia mengetuk 
saking
ketakutannya. Dengan ketakutan
dia bilang "Tolong buka, saya 
mau
jatuh". 

Suami saya langsung nelpon ka 
front
office, karena jendela pintu 
dikunci
dan kita tidak diberi kuncinya. Kaca
cukup tebal untuk dipecahkan. Petugas
Oakwood berlarian ke kamar kami.
Perlu 7 orang untuk menarik office boy
itu ke dalam ruangan kamar kami.

Subhanallah, Allah Maha 
Pengasih dan
Maha Penyayang. Maha pembuat 
skenario
untuk keselamatan seseorang.

Bayangkan, jika saya memilih untuk
ngomel, mungkin suami akan pergi juga
ke Bandung bersama saya. Tapi saya
memilih mendengar dan diam.

Dan kini saya paham, Allah 
memberi
'kemalasan' pada suami agar 
bisa
menyelamatkan sebuah nyawa
hari ini.

Jika orang tua dulu selalu 
bilang:
"Dengarkanlah suamimu, dan 
engkau
akan masuk surga".

Nah, hari ini yang terjadi:
"Dengarkanlah suami, agar ia 
bisa
menyelamatkan office boy". :-)

Bagi saya hari ini, mendengark
an
suami benar-benar membawa 
berkah,
bahkan terjadi keajaiban 
berikutnya.

Just sharing...

Saya Ubaidillah Alamsyah Rosyidin Mansyur Bersama Best Friend Anne Ahira